Kiat Menulis Buku Non Fiksi

 KBMN PGRI ANGKATAN 28

Pertemuan ke : 14

Angkatan         : 28

Hari/Tanggal   : Rabu, 8 Februari 2023

Tema Materi   : Konsep Buku Non-fiksi

Narasumber   : Musiin, M. Pd

Moderator       : Yandri Novita Sari, S. Pd

Nama Peserta: Eko Sri Munarti, S. Pd


Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh.

Alhamdulillah, sudah sampai di pertemuan ke 14 dari 30 pertemuan yang harus diikuti. Pada malam hari ini dipandu oleh ibu Yandri sebagai moderator dan ibu Musiin sebagai narasumber. Adapun tema materi malam ini adalah tentang " Konsep Buku Non-fiksi".

Biodata Narasumber

Nama           : Musiin, M.Pd
Kelahiran    : Kediri
Pendidikan : 
- SDN Kras 1 Kediri (1977-1983)
- SMPN Kras Kediri (1983-1980)
- SMAN 4 Kediri (1989) lulus
- IKIP Negeri Malang 
-  S2 Universitas Negeri Surabaya jurusan Bahasa Inggris dan Sastra (2006-2009).
Karir.           : 
- Guru Bahasa Inggris SMPN 1 Tarokan,
 Kediri.
- Dosen STKIP PGRI Jombang (1994)
Buku mayor berjudul: Literasi Digital Nusantara Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda Melalui Literasi
Beliau merupakan alumni KBMN gelombang 8. Selain sebagai penulis beliau juga founder Organisasi Swadaya masyarakat YAPSI, selain itu juga sebagai founder PT In Jaya.

Di awal kehadirannya, wanita cantik yang punya hobi membaca buku, menulis, traveling, dan memasak ini menyampaikan motivasinya, diantaranya sebagai berikut:

" Jika kamu bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah ".(Imam Ghazali)

" Orang-orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian ".(Pramudya Ananta Toer)

Pada dasarnya, buku fiksi dan non-fiksi adalah dua hal yang berbeda. Buku fiksi secara umum merupakan buku cerita yang isinya mengandung unsur khayalan, rekayasa, dan lebih menekankan pada imajinasi si penulis. Kisah-kisahnya tidak perlu dicari kebenarannya di dunia nyata. Penulis memiliki kebebasan sepenuhnya dalam menuangkan imajinasinya ke dalam cerita. Contoh buku fiksi antara lain adalah cerpen, Cerbung, dongeng, dan novel. Keunggulan buku fiksi adalah mempunyai tata alur yang sistematis. Sedangkan buku non-fiksi mengandung kisah-kisah yang nyata dan berdasarkan pada fakta yang terjadi.

Pada pertemuan malam ini, ibu Musiin akan mengupas tuntas khusus untuk tulisan non-fiksi. 

Pengertian buku non-fiksi:
Sebuah karya tulisan yang bersifat berdasarkan fakta. Biasanya buku non-fiksi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berisi tentang suatu hal yang aktual, objektifitas tinggi, bahasanya bersifat denotatif/apa adanya, dan penjelasannya berupa fakta.
Jenis-jenis tulisan non-fiksi antara lain: Biografi, Esai, makalah, artikel, karya ilmiah, dan buku non-fiksi.

Pola penulisan buku non-fiksi:
🌀 Pola Hierarkis
Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari yang sederhana ke yang rumit. Contoh: pada buku pelajaran.
🌀 Pola Prosedural
Buku disusun berdasarkan urutan proses. Contoh: buku Panduan.
🌀 Pola Klaster
Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pada pola ini diterapkan pada buku - buku kumpulan tulisan atau kumpulan babyang dalam hal ini antar bab setara.

Dalam penulisan buku non-fiksi terdapat 5 langkah yang harus dilaksanakan, antara lain:
🌀 Pratulis
🌀 Menulis Draft
🌀 Merevisi Draft
🌀 Menyunting naskah
🌀 Menerbitkan

🌀 Pratulis
       1. Menentukan tema
       2. Menemukan ide
       3. Merencanakan jenis tulisan
       4. Mengumpulkan bahan tulisan
       5. Bertukar pikiran
       6. Menyusun daftar
       7. Meriset
       8. Membuat Mind Mapping
       9. Menyusun kerangka
Tema dari buku non-fiksi contohnya adalah parenting, pendidikan, motivasi dan lain lain. Untuk melanjutkan tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal. 
Contoh:
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/ Twitter/ WhatsApp/ Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
9. Survey
10. Wawancara

Jika ingin menulis lebih bagus, sebaiknya sering - sering membaca artikel orang dan mengapdate pengetahuan.

🌀 Menulis Draft
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas.
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan. 

🌀 Merevisi Draft
Merevisi sistematika/struktur tulisan dari penyajian, dalam tahap ini bisa dilakukan kegiatan Proofreading terhadap tulisan.

🌀 Menyunting Naskah
Dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Ejaan
- Tata Bahasa
- Diksi
- Data dan Fakta
- Legslitas dan norma

🌀 Menerbitkan
Setelah melalui beberapa tahapan di atas, tahap terakhir adalah menerbitkan. Untuk mengetahui apakah suatu topik itu menarik atau tidak, kita bisa melihatnya di Google Trends.

Dalam referensi penulisan sebuah buku bisa mempertimbangkan dari sumber di bawah ini:
1. Pengetahuan yang diperoleh secara formal, non formal, atau informal.
2. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini.
3. Ketrampilan yang diperoleh secara formal, non formal, atau informal.
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan.

Demikian resume di pertemuan ke 14 ini, semoga bermanfaat. Terima kasih untuk ibu Musiin yang sudah membagikan pengalaman dan ilmunya, terima kasih juga untuk ibu Yandri sudah memandu kelas belajar menulis malam ini. Salam literasi.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengirim Tulisan Ke Majalah Suara Guru

Teknik Promosi Buku

Kiat Membuat Cover Buku yang Menarik