Pantun sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia

 KBMN PGRI ANGKATAN 28

Pertemuan ke :13

Angkatan.        : 28

Hari/Tanggal.  : Senin, 6 Februari 2022

Tema Materi.   : Kaidah Pantun

Narasumber    : Miftahul Hadi, S. Pd

Moderator       : Dail Ma'ruf, M. Pd

Nama Peserta : Eko Sri Munarti, S. Pd


Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh, 

Salam sehat dan sejahtera, 

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan kita sudah sampai di pertemuan ke 13. Dipandu oleh Bapak Dail Ma'ruf sebagai moderator dan Bapak Miftahul Hadi sebagai narasumbernya semakin menambah kehangatan malam ini. Alunan pantun silih berganti menambah kesyahduan suasana hati. Kali ini tema materi berkaitan dengan pantun, dengan judul "Kaidah Pantun". Sebagai kata pembuka, perkenankan saya menyampaikan sebait pantun.

       Bunga mawar tumbuh di taman
       Elok nian rapih ditata
       Assalamualaikum saya ucapkan
       Sebagai salam pembuka kata



Di awal kehadirannya di pertemuan ke 13 ini, mas Miftah begitu beliau sering disapa membuka dengan sebait pantun:

         Banjir kanal jembatan patah
         Rimbun semak di pinggir kali
         Salam kenal saya mas Miftah
         Dari Demak berjuluk kota wali

Apakah pantun itu?
Pantun merupakan seni verbal yang sangat bervariasi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pengertian pantun sangatlah luas. Pantun merupakan jenis puisi lama dengan susunan kata yang teratur dan bernilai seni yang cukup tinggi. Di akhir kata haruslah berirama. Biasanya rimanya a b a b.
Ada beberapa pertunjukan pantun yang bersifat narasi, misal Kentrung di Jawa Tengah dan Jawa Timur, menggunakan struktur "pantun" untuk menceritakan kisah - kisah sejarah keagamaan atau sejarah lokal dengan iringan genderang. Sebagian besar kesusasteraan tradisional Indonesia membentuk pondasi - pondasi dasar pertunjukan genre campuran yang kompleks, seperti "randai' dari Minangkabau yang bercampur dengan seni musik, tarian, drama dan seni beladiri dalam perpaduan seremonial.
Masyarakat Betawi biasanya menggunakan pantun pada saat mengadakan acara pernikahan yang dinamakan tradisi "palang pintu ". Di masa sekarang pada kesempatan acara - acara formal atau non formal penggunaan pantun banyak dinantikan. 
Pantun diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya Tak benda pada sesi ke 15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di kantor pusat UNESCO di Paris, Perancis (17/12/2020). Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata "Pan" yang merujuk pada sifat sopan. Sedangkan kata "Tun" dapat diartikan sebagai pepatah dan peribahasa. ( Hussain, 2019). Pantun berasal dari akar kata "Tun" yang bermakna "baris" atau "deret". Asal kata pantun dalam masyarakat Melayu -Minangkabau diartikan sebagai "panuntun", oleh masyarakat Riau disebut dengan "Tunjuk Akar" yang berkaitan dengan etika. (Mu'jizah, 2019)

Kegunaan Pantun 
1. Untuk komunikasi sehari - hari
2. Untuk mengawali sambutan pidato
3. Untuk lirik lagu
4. Untuk perkenalan
5. Untuk dakwah disisipkan pantun juga
6. Dapat melatih berfikir tentang makna kata sebelum berujar

Ciri -ciri Pantun
Susunan baris idealnya terdiri dari empat sampai lima kata. Satu baris pantun terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata. Baris pertama dan kedua disebut sampiran, baris ketiga dan keempat disebut isi.
Pantun yang baik memiliki sajak a b a b. Pantun yang terdiri dari dua baris saja disebut Karmina atau pantun kilat. Pada Karmina, baris pertama dan kedua tidak ada hubungannya.
Contoh:

           Sudah gaharu cendana pula
           Sudah tahu bertanya pula 

Semakin kita memiliki perbendaharaan kata dengan bunyi akhiran sama, maka akan memudahkan kita dalam membuat pantun. Namun dalam membuat pantun usahakan untuk tidak menggunakan nama orang atau merek dagang.

Jenis - jenis pantun diantaranya adalah:
1. Pantun nasehat: berisi tentang nasehat kebaikan. Contoh:

              Tegak berdiri si batang suji
              Tanam di samping petai cina
              Sejak kecil rajin mengaji
              Sudah besar pasti berguna 

2. Pantun Jenaka: berisi tentang hal - hal yang lucu. Contoh:

              Ikan gabus ada di rawa
              Ikan lele ada di kali
              Nenek menangis sambil tertawa
              Melihat kakek main lompat tali

Lebih lanjut, mas Miftah memberikan tantangan untuk membuat pantun bertema " Merdeka Belajar". Ini dia hasil pantunnya:

            Tanam singkong baiknya sejajar
            Tebu dibuat jadi gula
            Murid merdeka dalam belajar
            Sesuai Profil Pelajar Pancasila 

Demikian resume ini, terima kasih mas Miftah yang sudah banyak memberikan ilmu tentang pantun, dan terima kasih juga kepada Pak Dail sudah menemani di pertemuan ini hingga berakhir. Sebelum saya akhiri perkenankan saya menyampaikan pantun penutup berikut ini:

           Sore-sore makan kue talam
           Kue talam beli di Bekasi
           Karena hari sudah malam
           Cukup sekian dan terima kasih 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh, 

Agar lebih lengkap berikut ini saya sertakan beberapa slide PPT dari Mas Miftah, semoga bermanfaat.











Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengirim Tulisan Ke Majalah Suara Guru

Teknik Promosi Buku

Kiat Membuat Cover Buku yang Menarik