Pentingnya Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan
KBMN PGRI ANGKATAN 28
Pertemuan ke : 12
Angkatan. : 28
Hari/Tanggal. : Jumat, 3 Februari 2023
Narasumber. : Susanto, S. Pd
Moderator. : Helwiyah, S.Pd.,M.M
Nama Peserta : Eko Sri Munarti, S. Pd
Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh,
Salam sehat dan sejahtera selalu,
Alhamdulillah malam ini kita dipertemukan kembali di pertemuan ke 12. Pembelajaran kali ini semakin mengasyikkan dengan dipandu oleh ibu Ewi panggilan akrab dari ibu Helwiyah S. Pd., M.M moderator kita malam ini. Kalimat pembukanya sungguh menyejukkan, sangat memotivasi untuk memunculkan inspirasi mewujudkan mimpi. Semakin lengkap dengan kehadiran Bapak Susanto, S. Pd selaku narasumber malam ini. Berikut ini biodata beliau:
Sebagai kata pembuka beliau memperkenalkan diri sebagai alumni KBMN angkatan ke 15, dimana saat pembelajarannya di tengah -tengah pandemi Covid 19 dan berhasil lulus serta melahirkan buku resume yang berjudul " Berani Menulis dalam 20 Hari".
🌀 Pengertian "Proofreading".
Proofreading adalah membaca ulang untuk memeriksa kembali hasil penulisan dengan maksud untuk mengetahui apakah ada kesalahan atau tidak sebelum tulisan itu dipublikasikan atau diterbitkan. Selain itu Proofreading berguna untuk meminimalisir kesalahan pada saat kita menulis di suatu media yang akan kita publikasikan.
🌀 Hal - hal yang harus diperhatikan dalam "Proofreading" antara lain:
- Apakah kalimat tersebut sudah efektif atau belum.
-. Susunannya sudah tepat atau belum.
- Substansi isi tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak.
🌀 Mengapa harus melakukan "Proofreading".
Karena untuk meminimalisir kesalahan - kesalahan dalam penulisan, untuk itu Proofreading merupakan tahapan penulisan yang sebaiknya tidak kita lewatkan. Terutama jika kita berniat untuk menerbitkan karya tulis kepada khalayak luas atau mempublikasikan. Contoh saat menulis di Kompasiana.com atau blog pribadi.
🌀 Kapan kita melakukan Proofreading?
Jangan terburu - buru dalam mengirim artikel, sebaiknya melakukan Proofreading terlebih dahulu beberapa saat setelah selesai menulis.
Lakukan " Swa Sunting", apa itu swa sunting?
- Endapkan tulisan selama beberapa waktu
- Meminta teman untuk membaca tulisan kita.
- Meminta bantuan seorang Proofreader
- Menggunakan aplikasi atau editing tools.
Tips melakukan Proofreading:
🌀 Memperhatikan secara detail.
Membaca setiap huruf, setiap tanda baca, dan setiap spasi.
🌀 Membaca dengan lantang.
Dengan mendengar dapat membantu mendengar kesalahan yang tidak terlihat mata.
🌀 Baca pelan- pelan
Tulisan yang padat akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengoreksi.
🌀 Beristirahat dan berbaik hati pada diri sendiri.
Bentuk fokus yang intens dan sulit untuk mempertahankan fokus dalam jangka waktu yang lama.
Alat yang digunakan untuk membantu kita dalam melakukan Proofreading yaitu KBBi dan PUEBI, hingga akhirnya berubah menjadi EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
Pesan dari pak D, "jangan sekali-kali melakukan Proofreading ketika tulisan belum selesai atau belum jadi hingga paragraf terakhir".
Terima kasih pak D dan bu Ewi atas kebersamaan kita malam ini
Demikian resume ini, semoga bermanfaat .
Salam literasi.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh.


Bagus..rapi👍🏻
BalasHapusMantap
BalasHapusLengkap ya materi
BalasHapusJadi Proofreading itu penting
Sip
BalasHapus